blog - Sfumato: Teknik Mahakarya Leonardo da Vinci


Sfumato: Teknik Mahakarya Leonardo da Vinci


by Neusant

May 11, 2021 - 247 views

Setiap hari, berbagai orang dari mancanegara datang ke museum Louvre paris untuk melihat lukisan paling terkenal di dunia, Mona Lisa. Beberapa orang datang hanya karena penasaran dan ingin melihat langsung. Beberapa orang lagi ingin mengagumi senyuman yang penuh dengan teka-teki itu. Dan yang lainnya ingin menyelidiki keluarbiasaan dan misteri yang banyak dibicarakan orang tentang masterpiece ini. Sayangnya, lukisan ini tidak dapat dinikmati dari jarak dekat, karena lukisan Mona Lisa dilindungi oleh kaca anti peluru dan diberi batas pagar beberapa meter dari pengunjung. Pengatur suhu, kamera CCTV dan bodyguard juga disiapkan oleh museum Louvre demi menjaga Lukisan Mona Lisa dengan aman. 

drawpaintacademy.com

Sang seniman yang melukis lukisan Mona Lisa adalah Leonardo di Ser Piero da Vinci atau yang lebih dikenal sebagai Leonardo da Vinci. Leonardo da Vinci lahir dari hubungan di luar pernikahan antara seorang notaris terkenal bernama Piero di Antonio da Vinci dan gadis pedesaan biasa bernama Catarina pada tanggal 15 April 1452 di Vinci, Firenze, Italia. Leonardo tidak pernah menerima edukasi formal selain membaca, menulis dan matematika dasar yang diajari ayahnya. Walaupun begitu, bakat seni leonardo sudah terlihat sejak awal oleh karena itu Ayahnya memutuskan untuk membawa Leonardo ke studio seni milik Andrea del Verrocchio saat Leonardo berumur 14 tahun.

 

Di studio ini Leonardo mempelajari berbagai disiplin ilmu seperti, ilmu kimia, pengolahan besi, pengolahan kayu, pengolahan kulit, hingga kemampuan artistik seperti menggambar, melukis, memahat, dan membuat model. 

 

Menurut Vasari, Leonardo berkolaborasi dengan gurunya di lukisan Baptism of Christ, dia melukis malaikat muda yang memegang jubah Yesus. Banyak yang berpendapat bahwa bagian lukisan yang dilukis Leonardo 100 kali lebih indah daripada lukisan dari gurunya dan kabarnya hal ini membuat Verrocchio berhenti melukis, namun mungkin ini hanyalah rumor yang terlalu dilebihkan.


Pada pemeriksaan lebih lanjut, mengungkapkan bahwa lukisan Baptism of Christ telah dilukis atau disentuh di atas tempera menggunakan teknik baru cat minyak, Latar pemandangan, bebatuan yang terlihat jelas berada di dalam air yang tergenang. 


Lantas apa yang membuat lukisan sang maestro Leonardo da Vinci berbeda sehingga digilai banyak orang dibandingkan lukisan yang lain?
 

Leonardo adalah praktisi teknik melukis yang paling terkemuka yang dikenal sebagai "sfumato”. Da vinci mendeskripsikan teknik sfumato sebagai teknik tanpa garis atau pembatas. 


Kata sfumato berasal dari kata Italia dan berasal dari kata “fumo” yang artinya asap. Ketika diartikan lebih lanjut sfumato dapat diartikan sebagai lembut, tidak jelas atau kabur. Teknik sfumato adalah menampilkan warna dan detail objek seakan objek lukisan menjauh atau bergerak dari pandangan kita. Da Vinci juga beralih ke sains untuk menyempurnakan lukisannya. Penelitiannya tentang alam dan anatomi akhirnya berguna untuk menghasilkan karya yang realistis, disamping itu pembedahan tubuh manusia turut membantunya melukis sosok manusia dengan sangat akurat. 

Di dalam buku catatannya, Leonardo menulis “Seorang pelukis yang hebat haruslah mengerti tentang struktur anatomi dengan baik, agar dia dapat melukis bagian telanjang dari kerangka manusia dan memperhatikan detail anatomi dari urat, saraf, tulang, dan otot. Tidak berhenti disitu, Leonardo merasa untuk menciptakan lukisan yang hebat, dia harus bisa menggambarkan bagaimana emosi psikologis menyebabkan gerakan fisik. Namun, mengingat konteks waktu pada zaman itu, pembedahan yang dilakukan sang maestro merupakan sesuatu yang radikal. Sehingga pekerja yang diminta untuk membuat cermin melaporkan sang maestro dengan tuduhan melakukan ilmu sihir hitam. 


Kurun waktu abad ke-15 sampai abad ke-16 disebut sebagai masa Renaisans, di dalam sejarah Eropa yang merupakan masa peralihan dari Abad Pertengahan ke Zaman Modern. Cat minyak mengalami perubahan radikal karena seniman belajar memanipulasi teori-teori baru dari perspektif linear to menciptakan ruang yang lebih dalam dan gambar seperti aslinya. Di satu sisi lain, upaya untuk menghilangkan kesan membosankan atau datar pada lukisan, Leonardo berhasil melakukannya. 


Para sejarawan menemukan Leonardo mengaplikasikan tinta minyak yang sangat tipis, nyaris transparan selama beberapa bulan untuk menampilkan fokus gambar yang halus dan bercahaya pada Mona Lisa. Kunci dari teknik sfumato terletak pada eksekusinya. Alih-alih melukis seluruh lukisan secara sekaligus, Leonardo melukis lapisan demi lapisan secara perlahan. Setelah diteliti Leonardo mengaplikasikan 20-40 lapisan tinta di lukisan Mona Lisa Teknik ini tidak hanya memberikan gambaran kulit yang realistis, tapi juga menciptakan kesan hidup, seakan subject berada di ruangan yang sama, seolah-olah lukisan tersebut benar-benar duduk melihat para pengamat di balik jendela. 

en.wikipedia.org

The Virgin and Child with Saint Anne

Sebelum lukisan Mona Lisa, salah satu lukisan yang nampak menggunakan teknik sfumato adalah The Virgin and Child with Saint Anne. Leonardo memilih subjek St Anne sekembalinya ke Florence dari Milan pada tahun 1500. Karya ini dengan jelas menunjukkan teknik sfumato yang dipelopori olehnya dan didasarkan pada sektsa sebelumnya dari The Virgin and Child dengan St Anne dan St John yang sekarang masuk Galeri Nasional London.

 

Lukisan Leonardo menyenangkan, tenang namun sekaligus membingungkan jika diteliti lebih dekat. Komposisi ketiga sosok itu cukup ketat, setelah memeriksa posisi mereka lebih dekat, tampak jelas bahwa bunda Maria sedang duduk di pangkuan Saint Anne. Tidak jelas apa artinya ini dan apa makna yang ingin diproyeksikan Leonardo dengan pose itu. Tidak ada paralel yang jelas dalam karya seni lainnya dan perempuan yang duduk di pangkuan satu sama lain bukanlah referensi budaya atau tradisional yang jelas yang dapat dikaitkan dengan penonton. Selain itu, meskipun tidak diketahui ukuran pasti dari Bunda Maria maupun Saint Anne, namun pada lukisan tersebut dapat diekstrapolasi dari lukisan bahwa Saint Anne adalah orang yang jauh lebih besar daripada Maria. Distorsi ukuran yang halus namun masih terlihat ini, digunakan oleh Leonardo untuk menekankan hubungan ibu-anak antara kedua wanita tersebut meskipun tidak ada petunjuk visual yang jelas tentang usia Saint Anne porsi ukuran dalam lukisan mengidentifikasi dia sebagai ibu. Kita juga melihat Maria menatap mata anaknya, sementara Saint Anne menatap Maria. Saat bunda Maria duduk di pangkuannya dan Saint Anne menatapnya, maestro Leonardo mungkin ingin mencoba menjelaskan tentang hubungan dan kepribadian mereka.

 

Untuk melukis lukisan yang realistis di permukaan datar seorang seniman perlu memiliki pandangan yang tidak terbatas dengan bidang lukisnya dan juga mempertahankan 2 pemikiran paradoks secara terus menerus — kedataran sebuah media tapi juga ilusi dari bentuk tiga dimensi dan tidak diragukan lagi, Leonardo memiliki kejeniusan dalam visinya. Teknik sfumato memberinya jalan untuk sampai ke sana. Berkat riset dan hasil temuan sang maestro hari ini, kita dapat dengan mudah menciptakan karya yang mendekati realistis.

 


more article